Fakta Tersembunyi Simbol Salib dalam Kue “Diputar, Dijilat, Dicelupin”



SocialTrenz - Rata-rata 3 miliar konsumen membeli paket kue ini setiap tahunnya, membuat kue dengan jargon “diputar, dijilat terus dicelupin” ini menjadi makanan ringan terlaris abad ke-20. Tapi tahukah Anda jika kue itu memiliki simbol Ksatria Templar pada perang salib? Jika Anda mengetahuinya, mungkin Anda tidak akan pernah melihat kue ini dengan cara yang sama lagi.


Salib Lorraine


Sebuah lingkaran pada logo kue dengan dua bar palang melintang di atasnya, dipercaya oleh para ahli sebagai simbol dari Salib Lorraine. Salib yang dipakai oleh Ksatria Templar selama Perang Salib Pertama di abad ke-11. ksatria ini, bersama dengan banyak peziarah Kristen lainnya, pergi ke Yerusalem, untuk merebut kembali kota itu dari Turki yang tinggal dengan damai di sana. Para kstaria tanpa ampun membantai penduduk pada saat mereka datang ke kota itu. Sejarah kelam, seperti warna kuenya.

Salib Pattee


Pola titik geometris dengan empat segitiga memancar keluar, adalah simbol yang menghubungkan kue ini dengan sejarah Perang Salib Pertama. Ini mirip dengan salib Pattee, simbol Ksatria Templar yang juga diadopsi simbolnya pada jubah mereka.

Sementara beberapa orang mengenali lambang kuno ini sebagai simbol salib, kebanyakan konsumen lainnya melihatnya sebagai empat daun semanggi, dengan masing-masing daun menyiratkan harapan, iman, kasih, dan keberuntungan. (wkoc)



Sumber : beritaislam24h.com

0 Response to "Fakta Tersembunyi Simbol Salib dalam Kue “Diputar, Dijilat, Dicelupin”"

Poskan Komentar